Srikandi Lingkungan Berharap Ada Gelombang Baru Penjaga Lingkungan

Jakarta, [23/11/2024] - Indonesia, negara yang diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah, tengah bergulat dengan isu lingkungan yang mendesak: masalah sampah yang terus berkembang. Sekelompok individu yang berdedikasi, yang dipimpin oleh Srikandi Konservasi, berada di garis depan perjuangan untuk mengatasi krisis ini.

Dua Tokoh Film Dirty Vote, Bivitri dan Feri Amsari Bicara Iklim

JAKARTA  - Membahas krisis iklim tidak bisa dilepaskan dari kaitannya dengan situasi politik. Sebab isu lingkungan selalu erat berkaitan dengan kebijakan yang diambil pemerintah. 

Pun, dalam bahasa Indonesia, kata "policy" diterjemahkan sebagai "kebijakan." Padahal jika dirunut asal katanya dalam berbagai bahasa seperti Jerman, Belanda, hingga Arab, "policy" selalu dekat dengan politik. Terlihat bahwa kebijakan adalah produk dari proses politik.

Upscaling Your Media by Increasing Your Media Performance

Meningkatkan kapasitas bagi jurnalis adalah sebuah kewajiban. Apalagi jurnalis yang memiliki concern pada isu lingkungan. 

Pergerakan isu lingkungan, perubahan iklim, net zero energi, dan semua area dalam isu lingkungan perlu diperdalam untuk membuat setiap tulisan atau karya jurnalistik yang dilaporkan terasa 'bernyawa.'

Hal tersebut disampaikan oleh Faye Belnis, Juru Bicara Kedutaan Inggris di Indonesia. Faye mengatakan, isu perubahan iklim dan perlindungan lingkungan adalah salah satu isu utama yang menjadi obyektif atau tujuan dari pemerintahan Inggris di Indonesia.

Inggris Berkomitmen Ciptakan Masa Depan yang Lebih Hijau

Pemerintah Kerajaan Inggris berkomitmen untuk mewujudkan energi bersih pada tahun 2030 dan mendukung negara-negara yang berada di garis depan krisis iklim, termasuk Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kerajaan Inggris untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berketahanan.

Pernyataan komitmen itu disampaikan oleh Amanda McLoughlin, Direktur Pembangunan Internasional untuk Indonesia, Kedutaan Besar Kerajaan Inggris. 

Penguatan Masyarakat Adat Selamatkan Ekosistem Batang Toru

JAKARTA - Sumatera Utara memiliki satu kawasan alam yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa bernama Ekosistem Batang Toru. Sebagai hulu sumber air dan penyerap karbon, di kawasan ini terdapat spesies endemic paling langka, orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Lestarinya kawasan ini tidak lepas dari peran masyarakat adat yang sejak dahulu hidup harmonis di dalamnya.

Peluang dan Tantangan Jurnalisme Lingkungan di Era Digital Teknologi Perkuat Jurnalisme Lingkungan agar Bisa Menarik dan Berdampak

Tantangan dalam memproduksi jurnalisme lingkungan berkualitas semakin kompleks. Namun, perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi media untuk mampu beradaptasi. 

Dalam talkshow Green Press Community (GPC)  di M Bloc, Jakarta Selatan, Sabtu (23/11/2024), para pembicara menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai platform termasuk media sosial, untuk menjangkau audiens yang lebih luas. 

RUU Masyarakat Adat: Payung Hukum untuk Keberlanjutan dan Konservasi Alam

JAKARTA - Diskriminasi dan peminggiran masyarakat adat dari ruang hidup mereka diprediksi akan terus terjadi selama Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat tidak disahkan oleh pemerintah. Padahal selama ini, masyarakat adat menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya konservasi dan pelestarian lingkungan. 

Ironi Nelayan Kecil: Tangkapan Besar Tetap Miskin

Rendahnya kesejahteraan nelayan kecil tak sebanding dengan kontribusi mereka atas ketahanan pangan sektor perikanan. Kini mereka harus berhadapan dengan krisis iklim dan pencemaran mikroplastik.

Indonesia tercatat sebagai eksportir ikan tuna terbesar di dunia dengan pasokan 17-22 persen pasokan dunia. Hampir 85 persen produksi ikan tuna nasional sendiri dipasok oleh nelayan kecil (small scale fisher).

Hukum Adat Jadi Garda Depan Konservasi Alam di Laut Wallacea

JAKARTA - Masyarakat adat di Indonesia sudah memiliki hukum adat demi pelestarian lingkungan. Mereka sudah memiliki hukum yang mengatur konservasi alam, jauh sebelum Indonesia merdeka. 

Sebut saja di seputar laut Wallacea yang merupakan kawasan biogeografis di laut bagian tengah kepulauan Indonesia. Masyarakat adat di sana sudah paham betul cara menjaga alamnya. Misalnya hukum sasi di Kepulauan Maluku yang memiliki ribuan pulau kecil.